Sunday, 24 April 2011

Laporan PTK SDN 02 Mesoyi


HAND_L_L





LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENERAPAN  METODE EKSPERIMEN DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA RANGKAIAN LISTRIK PARALEL
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
PRESTASI BELAJAR SISWA PADA
PELAJARAN IPA KELAS VI
SD NEGERI 02 MESOYI
KECAMATAN TALUN KABUPATEN PEKALONGAN


disusun untuk memenuhi tugas
KKG Bermutu Gugus Jendral Sudirman






Oleh

Nama                 : WAWAN JUNARI
N I P                   : 19820102 201001 1 023





PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN
UPT PENDIDIKAN  TALUN
SD NEGERI 02 MESOYI
KELOMPOK KERJA GURU GUGUS JENDRAL SUDIRMAN





BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
       Pembelajaran dianggap berhasil jika materi pembelajaran tersebut telah dikuasai siswa sesuai dengan tujuan yang diharapakan. Seorang guru akan merasa bangga apabila siswa telah berhasil dalam belajarnya. Salah satu indikatornya adalah  bertambahnya pengetahuan siswa. Agar pembelajaran berhasil secara optimal harus benar-benar direncanakan dan dirumuskan oleh guru dengan baik.
       Seorang siswa dikatakan berhasil dalam pembelajaran dapat ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap pada diri siswa dan dapat menguasai materi pembelajaran sesuai dengan indikator yang telah dirumuskan oleh guru dalam rencanakan pembelajarannya.
       Untuk mengetahui tingkat keberhasilan  siswa terhadap materi pembelajaran, guru dapat melakukan evaluasi pada akhir proses pembelajaran. Tingkat keberhasilan siswa terhadap materi pembelajaran dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberi penialian pada hasil tes atau evaluasi. Siswa dikatakan tuntas dalam belajar apabila telah memperoleh nilai 75 atau lebih dalam proses pembelajaran.
       Penulis setelah melakukan proses pembelajaran pada Kompetensi Dasar: Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi panas pada materi rangakain listrik paralel mata pelajaran IPA Kelas VI semester II, ditemukan dari 37 siswa di Sekolah Dasar Negeri 02 Mesoyi prestasinya sangat rendah, hanya 10 siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran. Jika dikalkulasi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut hanya 27,02 %.
       Berdasar data awal di atas, penulis melakukan identifikasi terhadap proses pembelajaran yang telah penulis lakukan dan hasil identifikasi dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.      Siswa bermain sendiri saat proses pembelajaran berlangsung.
2.      Siswa bersikap pasip dalam proses pembelajaran.
3.      Siswa tidak termotivasi dalam mengikuti kegaiatan pembelajaran.
4.      Siswa belum memperoleh prestasi hasil belajar sesuai dengan harapan.
Berdasar identifikasi permasalahan di atas penulis melakukan refleksi, dari hasil refleksi tersebut, penulis melakukan analisis masalah sebagai berikut:
1.      Guru dalam mengejar rangkaian listrik paralel tidak menggunakan alat peraga yang konkret.
2.      Guru dalam menyampaikan pembelajaran lebih dominan menggunakan metode ceramah.
3.      Guru dalam mengajar materi rangkaiam listrik paralel, belum menggunakan metode eksperimen.
4.      Guru tidak memotivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.

B.   Rumusan Masalah
       Masalah yang timbul dalam proses pembelajaran yang terjadi selama ini sangat perlu dipecahkan melalui langkah-langkah  dan prosedur yang sistematis untuk lebih meningkatkan prestasi siswa. Dengan kata lain, penulis merasa bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam praktik pembelajaran selama ini, dan hal tersebut diprakarsai dalam diri penulis sebagai seorang guru yang professional.
       Berdasar analisis di atas dan untuk membantu siswa agar mencapai prestasi yang lebih baik dan memuaskan dalam pembelajaran IPA Komptensi Dasar Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik pada materi rangkaian listrik paralel, dan untuk mengatasi permasalahan sebagaimana teridentifikasi penulis akan mencoba memperbaiki pembelajaran dengan memfokuskan pada penerapan metode eksperimen dan penggunaan alat peraga rangkaian listrik paralel. Berdasarkan fokus tersebut maka rumusan masalah yang dapat penulis ajukan adalah  , yaitu:Apakah dengan penerpan metode eksperimen dan penggunaan alat peraga berupa rangkaian listrik paralel dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada Komptensi Dasar Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik,  siswa kelas VI SD N 02 Mesoyi?”.


C.   Tujuan Penelitian
       Adanya permasalahan di atas, selanjutnya penulis melakukan refleksi diri. Sehingga penulis mengetahui kekurangan dan kelebihan pelaksanaan dan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasar refleksi ini penulis segera merancang perbaikan dengan langkah-langkah yang sistematis dan ilmiah untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan yang ditemukan dalam pembelajaran.
       Langkah awal dalam perbaikan pembelajaran ini penulis memulai dengan perencanaan yaitu penyusunan Rencana Perbaiakan Pembelajaran (RPP) untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan berdasar permasalahan-permasalahan yang penulis hadapi, tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di sini adalah:
1.      Untuk mengetahui sejauh mana peran metode eksperimen dan penggunaan alat peraga dalam penyampaian pembelajaran materi rangkaian listrik paralel.
2.      Untuk mendiskripsikan penerapan metode eksperimen dan penggunaan alat peraga berupa rangkaian listrik paralel dalam memotivasi siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi rangkaian listrik paralel agar hasil belajar siswa meningkat.
3.      Untuk memenuhi tugas dalam Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) Program Studi Strata 1 PGSD dengan kode mata kuliah PDGK 4501 Universitas Terbuka UPBJJ Semarang Kelompok Belajar Bojong Kabupaten Pekalongan.
       Dalam melakukan Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini penulis dibantu oleh teman sejawat, dan meminta saran atau pendapat sesama rekan guru dan kepala sekolah, sehingga penulis dapat mengetahui kekurangan-kekurangan pada saat melakukan proses pembelajaran di kelas. Selanjutnya penulis berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi selama proses pembelajaran sampai ada peningkatan hasil belajar yang signifikan dibanding sebelum dilakukan Perbaikan dan Penelitian Tindakan Kelas.

D.   Manfaat Penelitian
       Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas  yang penulis lakukan mempunyai manfaat yang cukup besar bagi guru, sekolah  dan siswa.
1.  Manfaat Penelitan Tindakan Kelas bagi guru :
a.       Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki pembelajaran agar dapat mencapai ketuntasan belajar siswa.
b.      Dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru dapat berkembang secara lebih professional.
c.       Memperluas wawasan dan pengetahuan guru tantang model-model dan metode  pembelajaran.
d.      Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru mendapat kesempatan mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya.
e.       Penelitaian Tindakan Kelas (PTK) membuat guru lebih percaya diri.
2.  Manfaat Penelitian Tindakan Kelas bagi siswa:
a.       Meningkatkan hasil prestasi belajar siswa.
b.      Kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran akan cepat dianalisis dan diperbaiki, sehingga kekurangan tersebut tidak terulang lagi.
c.       Mencegah timbulnya penyimpangan dan kesalahan dalam pembelajaran.
d.      Bersikap kritis terhadap hasil belajarnya.
3.   Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi sekolah:
a.       Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya kemajuan guru di sekolah tersebut.
b.      Tingkat kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah semakin besar.
c.       Menjalin kerja sama antar guru,siswa dan kepala sekolah pada sekolah tersebut.
d.      Membantu tercapainya tujuan sekolah yang telah direncanakan atau di tetapkan.
e.       Memberikan sumbangan yang positif  atas prestasi yang diraih siswa dan guru pada sekolah tersebut. 





BAB II
KAJIAN PUSTAKA

       Masalah Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting bagi perkembangan Negara Indonesia, keberhasilan pendidikan ditentukan oleh tiga pusat pendidikan  yaitu sekolah, masyarakat dan kelaurga. Keberhasilan pendidikan di sekolah didukung oleh berbagai faktor antara lain guru, sarana prasarana, dan siswa. Peranan guru yang paling pokok  dan berhubungan erat dengan tugas dan jabatannya adalah meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti memberikan bimbingan pada siswa agar potensi yang dimilikinya berkembang seoptimal mungkin dan dapat meneruskan serta mengembangkan nilai-nilai kehidupan. Mengajar berarti memberikan pengajaran dalam bentuk pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) pada siswa agar dapat menguasai dan mengembangkan ilmu dan teknologi.
       Kemampuan yang harus dimiliki guru, sebagai salah satu unsur pendidik, agar mampu melaksanakan tugas sehari-hari di sekolah adalah melaksanakan pembelajaran secara profesinal. Menurut Udin S Winataputra (2007: 1.1) tugas  profesional guru adalah memahami peserta didik belajar dan bagaimana mengorganisasikan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peserta didik, serta memahami bagaimana siswa belajar. Agar dapat memahami proses pembelajaran yang terjadi pada diri siswa, guru perlu memahami hakikat dan konsep belajar.
       Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar yang salah satu tujuannya adalah memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 (2006: 145), disebutkan, “Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah”. Sehingga seorang guru yang sedang memberikan pembelajaran Mata Pelajaran IPA  di depan kelas hendaknya dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didiknya. Agar peserta didik dapat menerima pengetahuan secara langsung adalah dalam penyampaian pembelajaran IPA tersebut guru harus menggunankan media pembelajaran yang konkret atau alat peraga, serta penggunaan metode eksperimen. Hal ini sesuai dengan pendapat Hera Lestari, (2007: 6.24), proses pembelajaran di SD harus disertai dengan benda-benda konkrit.
       Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan guru dalam pembelajaran salah satunya adalah pemilihan metode mengajar yang sesuai. Menurut Udin S (1998: 6.1), penggunaan metode yang tepat adalah metode yang disesuaikan dengan pesan sifat yang disampaikan, dengan kata lain tidak semua materi disampaikan dengan cara yang sama. Untuk itu diperlukan kejelian dan kecermatan serta keahlian guru dalam memilih metode mengajar sesuai dengan materi yang akan disampaikan oleh guru.
       Adapun jenis-jenis metode dalam mengajar sebagai antara lain adalah:
1.      Metode Ceramah (lecture)
Metode ceramah digunakan dalam pembelajaran klasikal. Karakteristik metode ceramah diantaranya lebih bersifat informasi berupa fakta dan ingatan, pembelajaran bersifat satu arah. Kelemahan metode ceramah adalah menimbulkan verbalisme bahasa.
2.   Metode Demonstrasi (demonstrasion)
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan pertunjukan langsung objek atau caranya. Metode demonstrasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Karakteristik metode demonstrasi diantaranya mempertunjukkan objek yang sebenarnya, dan ada proses peniruan. Adapun kelemahan metode ini adalah apabila jumlah siswa banyak maka efektifitas demonstrasi sulit tercapai. Keunggulan metode ini adalah siswa akan aktif dalam proses pembelajaran dan memperoleh pengetahuan yang nyata.
3.   Metode Eksperimen (experience)
Metode eksperimen merupakan metode mengajar dalam penyajian atau pembahasan materi melalui percobaan dan mencobakan sesuatu serta mengamati proses. Metode eksperimen sulit dipisahkan dengan metode demonstrasi karena keduanya memungkinkan dapat digunakan secara bersama-sama. Keunggulan metode ini adalah dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa menguji sesuatu dan ingin selalu mencoba  sampai percobaa memperoleh hasil yang diharapkan.
4.   Metode Diskusi (discussion)
Metode diskusi merupakan cara mengajar dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu masalah yang harus diselesaikan berdasarkan keputusan atau pendapat bersama. Karakteristik metode ini di antaranya siswa sebagai subjek dan objek belajar serta sistematika logika berpikir. Keunggulan metode ini melatih siswa untuk menerapkan cara menyelesaikan masalah dan merangsang siswa untuk menyampaikan pendapatnya.
       Dalam penelitian ini penulis hanya akan memfokuskan  metode eksperimen, karena metode ini dipandang penulis sesuai untuk menyampaikan materi  rangkaian listrik paralel dan dapat mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Menurut Drs. Wahayana, dkk.,(1994: 311), keuntungan yang diperoleh jika guru menggunakan metode eksperimen dalam pembalajaran antara lain:
1.      Siswa secara aktif melakukan kegiatan.
2.      Siswa berkesempatan untuk menggunakan seluruh pancainderanya.
3.      Siswa terlatih untuk mengembangkan keterampilan intelektualnya.
4.      Siswa dapat melakukan kegiatan ilmiah sesuai dengan metode ilmiah, dan dapat menemukan sendiri ilmu yang baru atau baru bagi dirinya sendiri.
       Pembelajaran IPA bukanlah semata-mata pengajaran hafalan tetapi pengajaran yang banyak memberikan peluang untuk melakukan berbagai pengamatan dan latihan-latihan terutama yang berkaitan dengan pengembangan cara berpikir yang sehat dan masuk akal, (Hadiat dkk, 2001: vii). Denny Setiawan dkk (2010: 4.11), mengemukakan “disinyalir kelemahan guru IPA saat ini adalah kurang mampu membawa materi pelajaran kepada dunia nyata yang dihadapi anak sehari-hari, guru hanya bercerita di depan kelas dengan hanya sebatang kapur untuk menjelaskan suatu proses ataupun fenomena alam yang kompleks”. Untuk menepis pandangan tersebut guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan alat peraga dalam menyajikan proses pembalajaran khususnya mata pelajaran IPA.
       Selain pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran, alat peraga juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran, alat peraga digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikannya dan mencegah terjadinya verbalisme. Menurut Udin S, dkk. (2007: 923) alat peraga memiliki sifat sebagai berikut:
1.      Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir.
2.      Memperbesar perhatian siswa sehingga saat pembelajaran berlangsung akan tumbuh minat siswa terhadap materi pembelajaran.
3.      Memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa.
4.      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkelanjutan secara teratur.
5.      Membantu tumbuhnya pengertian dan perkembangan berbahasa dalam mengungkap sesuatu dengan bahasa sendiri.
Sedangkan berdasar indera yang digunakan media pembelajaran atau alat peraga digolongkan ke dalam tiga bagian, yaitu:
1.      Media yang dapat didengar (visual aids), seperti gambar, poster, bagan grafik, peta dan lain-lain.
2.      Media yang dapat dilihat (auditive aids), sepereti rekaman suara dan radio.
3.      Media yang dapat diraba (motorik aids), seperti patung, model-model benda-benda tiruan, benda-benda nyata atau asli.
         Pada penelitian perbaikan pembelajaran ini penulis hanya akan menekankan penggunaan metode eksperimen dan penggunaan alat peraga, karena menurut penulis dua faktor inilah yang dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa Mata Pelajaran IPA, khusunya materi rangkaian listrik paralel pada kelas VI semester II.
             



BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A.  Subjek Penelitian
       Kegiatan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan Sekolah Dasar Negeri 01 Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. PTK ini dilaksanakan pada Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Lokasi Sekolah ini berada di daerah pegunungan.  Siklus pertama dilaksnakan pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2011 dan Siklus kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 4 Pebruari 2011. Kegiatan PTK yang dilakukan oleh penulis adalah pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VI, yang berjumlah 37 siswa, terdiri dari 17 siswa dan 20 siswi. Orang tua siswa sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan buruh.

B.   Deskripsi Per Siklus
       Untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, penulis melakukan serangkaian kegiatan perbaikan pembelajran. Berikut ini rangkaian kegiatan yang dilakukan penulis.
1.  Siklus I
Ø                  Tujuan perbaikan:  Penggunaan metode eksperimen dan alat peraga rangkaian listrik parallel untuk mengaktifkan siswa sehingga prestasi belajar meningkat.
Ø   Waktu pelaksanaan:  Rabu, 28 Januari 2011
a.  Perencanaan
      Sebelum melakukan perbaikan pembelajaran, penulis melakukan perencanaan terlebih dahulu. Rencana ini dimulai dengan mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi penulis pada kegiatan pembelejaran sebelumnya. Kemudian penulis menganalisis masalah tersebut setelah melakukan refleksi. Berdasar analisis masalah-masalah masalah tersebut penulis kemudian merumus masalah yaitu : “Apakah dengan penerpan metode eksperimen dan penggunaan alat peraga berupa rangkaian listrik paralel pada Mata Pelajaran IPA materi tentang rangkaian listrik paralel dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa SD N 02 Mesoyi?”.
        Selanjutnya penulis memfokuskan perbaikan pembelajaran sesuai dengan permasalahan yang penulis hadapai, yaitu:
1)      Penggunaan metode pembelajaran yang semula lebih banyak menekankan  metode ceramah, diubah dengan lebih banyak menekankan penggunaan metode eksperimen.
2)      Penggunaan alat peraga yang semula hanya menggunakan media gambar rangkaian listrik paralel diganti dengan alat peraga  nyata berupa rangkaian listrik paralel.
      Selanjutnya penulis dibantu teman sejawat dan supervisor membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I.
b.  Pelaksanaan
             Dalam pelaksanaan Siklus I, terlebih dahulu penulis berkonsultasi dengan supervisor dan dibantu teman sejawat untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran. Skenario pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada Siklus I adalah sebagai berikut:
Pra KBM
1)      Mempersiapkan alat peraga
2)      Menyiapkan lembar tugas siswa
3)      Menyiapkan lembar evaluasi
4)      Mengabsen siswa
1). Kegiatan Awal (5 menit)
a)      Guru menyampaikan apersepsi dengan tanya jawab materi pembelajaran yang telah lalu tentang rangkaian listrik seri.
b)      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
2). Kegiatan Inti (45 menit)
a)      Secara klasikal guru menjelaskan materi pembelajaran tentang rangkaian listrik paralel.
b)      Guru menjelaskan dengan gambar rangkaian listrik paralel.
c)      Guru membagi siswa menjadi beberapa berkelompok.
d)     Guru membagi lembar kerja dan peralatan kepada setiap kelompok.
e)      Siswa secara berkelompok melakukan eksperimen untuk membuat rangkaian listrik paralel. 
f)       Secara individual guru menyuruh siswa menunjukkan letak saklar pada rangkaian listrik paralel
g)      Siswa dengan bimbingan guru membuktikan keunggulan rangkaian listrik paralel dengan rangkaian listrik seri.
h)      Siswa melaporkan hasil percobaan
i)        Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
3). Kegiatan Penutup (20 menit)
a)      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang rangkaian listrik paralel.
b)      Siswa mengerjakan evaluasi.
c)      Guru mengoreksi dan menganalisis hasil evaluasi
c.   Pengamatan
            Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan informasi apakah tindakan yang telah dilakukan penulis sudah sesuai dengan perencanaan atau belum. Pengamatan juga bertujuan untuk mengetahui tindakan-tindakan apa saja yang harus segera diperbaiki penulis pada siklus berikutnya agar dapat mencapai tujuan yang optimal.
Dalam pengamatan Siklus I ini penulis dibantu oleh teman sejawat yang sudah berpendidikan S1, sehingga sedikit banyak teman sejawat tersebut sudah mengetahui tentang kegiatan PTK yang dilakukan penulis. Dalam melakukan pengamatan, pengamat menggunakan lembar observasi yang memuat aspek yang diobservasi dan komentar. selain itu penulis juga mendapatkan data nilai hasil belajar siswa pada Siklus I ini (terlampir).
d.   Refleksi
Setelah dilakukan analisis dan refleksi terhadap perolehan hasil perbaikan dan kegiatan perbaikan pada Siklus I, yang diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan teman sejawat ditemukan kelemahan-kelamahan antara lain :
1)      Alat peraga yang tersedia belum mencukupi untuk setiap kelompok siswa, sehingga waktu tidak efisien karena masing-masing kelompok saling meminjam peralatan.
2)      Guru belum membimbing langkah-langkah eksperimen dan belum mengamati kegiatan siswa, ketika siswa melakukan tugas kelompok.
3)      Guru masih dominan menggunakan penjelasan secara lisan/ceramah.
4)      Guru belum memberikan motivasi kepada siswa sebelum pembelajaran berlangsung.
    Jika dilihat dari prestasi hasil belajar pada Siklus I ini, ternyata juga belum memperoleh hasil yang maksimal, siswa yang telah tuntas hanya 45,95 %. Bedasar pada temuan data-data tersebut penulis mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki, khususnya pada:
1)      Perlengkapi alat peraga kepada masing-masing kelompok siswa.
2)      Memperbanyak metode demonstrasi dan eksperimen dalam kegiatan pembelajaran.
3)      Pemberian penjelasan, arahan, dan mengamati langkah-langkah eksperimen kepada kelompok siswa.
4)      Pemberian motivasi dan umpan balik.
Berdasar kelemahan-kelamahan dan identifikasi masalah pada Siklus I di atas, penulis memutuskan untuk melanjutkan kegiatan perbaikan pembelajaran pada Siklus II.

2.  Siklus II
Ø   Tujuan perbaikan  :   Menerapkan metode eksperimen dan alat peraga rangkaian listrik paralel untuk memotivasi siswa sehingga prestasi belajar meningkat.
Ø   Waktu pelaksanaan     :  Rabu, 4  Perbuari 2011

a.  Perencanaan
Kegiatan Siklus II yang akan penulis lakukan didahului dengan melakukan perencanaan terlebih dahulu. Penulis mengidentifikasi berbagai temuan masalah yang muncul pada proses pembelajaran Siklus I. Selanjutnya penulis penulis melakukan refleksi untuk menganalisis maslah tersebut. Langkah selanjutnya penulis dibantu supervisor dan teman sejawat menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II, yang memfokuskan perbaikan pembelajarannya sebagai berikut:
1)      Melengkapi dan memaksimalkan penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran, dengan menekankan metode eksperimen dan demonstrasi.
2)      Memberikan penjelasan, arahan, dan mengamati langkah-langkah eksperimen pada waktu siswa melakukan keja kelompok.
3)      Memberikan motivasi dan umpan balik dari hasil pekerjaan siswa.
b.  Pelaksanaan
            Dalam pelaksanaan Siklus II, terlebih dahulu penulis berkonsultasi dengan supervisor dan dibantu teman sejawat untuk menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran. Skenario pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada Siklus II adalah sebagai berikut:
Pra KBM
1)      Mempersiapkan alat peraga
2)      Menyiapkan lembar tugas siswa
3)      Menyiapkan lembar evaluasi
4)      Mengabsen siswa
5)      Mengkondisikan dan memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran
1). Kegiatan Awal (5 menit)
a)      Guru menyampaikan apersepsi dengan tanya jawab materi pembelajaran yang telah lalu tentang rangkaian listrik seri.
b)      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
2). Kegiatan Inti (45 menit)
a)      Secara klasikal guru menjelaskan materi pembelajaran tentang rangkaian listrik paralel.
b)      Guru menjelaskan dengan gambar rangkaian listrik paralel.
c)      Guru membagi siswa menjadi beberapa berkelompok.
d)     Guru membagi lembar kerja dan peralatan kepada setiap kelompok.
e)      Guru membimbing siswa tentang langkah-langkah pelaksanaan eksperimen dan cara pengisian lembar kerja.
f)       Siswa secara berkelompok melakukan eksperimen untuk membuat rangkaian listrik paralel. 
g)      Guru mengamati dan membimbing kegiatan kelompok siswa.
h)      Secara individual guru menyuruh siswa menunjukkan letak saklar pada rangkaian listrik paralel
i)        Siswa dengan bimbingan guru membuktikan keunggulan rangkaian listrik paralel dengan rangkaian listrik seri.
j)        Siswa melaporkan hasil percobaan
k)      Guru membimbing siswa membuat kesimpulan dari hasil percobaan.
3). Kegiatan Penutup (20 menit)
a)      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran tentang rangkaian listrik paralel.
b)      Siswa mengerjakan evaluasi.
c)      Guru mengoreksi dan menganalisis hasil evaluasi
c.   Pengamatan
             Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan informasi apakah tindakan yang telah dilakukan penulis sudah sesuai dengan perencanaan atau belum. Pengamatan juga bertujuan untuk mengetahui tindakan-tindakan apa saja yang harus segera diperbaiki penulis pada siklus berikutnya agar dapat mencapai tujuan yang optimal.
Dalam pengamatan Siklus II ini penulis dibantu oleh teman sejawat yang sudah berpendidikan S1, sehingga sedikit banyak teman sejawat tersebut sudah mengetahui tentang kegiatan PTK yang dilakukan penulis. Dalam melakukan pengamatan, pengamat menggunakan lembar observasi yang memuat aspek yang diobservasi dan komentar. selain itu penulis juga mendapatkan data nilai hasil belajar siswa pada Siklus II ini (terlampir).
d.  Refleksi
 Setelah dilakukan analisis dan refleksi terhadap perolehan hasil perbaikan dan kegiatan perbaikan pada Siklus II, yang diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan teman sejawat ditemukan hasil antara lain :
1)      Siswa sudah nampak aktif dalam proses pembelajaran.
2)      Siswa sudah dapat menyelesaikan tugas eksperimen dengan langkah-langkah yang tepat karena dibimbing guru.
3)      Alat peraga yang tersedia sudah mencukupi masing-masing kelompok tidak saling meminjam peralatan lagi.
4)      Guru sudah lebih dominan menggunakan metode eksperimen dalam proses pembelajaran.
   Jika dilihat dari prestasi hasil belajar pada Siklus II ini, ternyata juga memperoleh prestasi yang lebih meningkat, dari 45,95 % siswa yang mencapai nilai ketuntasan pada Siklus I, telah meningkat menjadi 81,08 % siswa yang mencapai nilai ketuntasan. Sebanyak 18,92 % siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan akan diberi bimbingan khusus.
Dalam pengamatan Siklus II ini masih ditemukan kekurangan antara lain:

No comments:

Post a Comment