Tak terasa lama juga aku tak membuka blog ini,,,
Apa karena kesibukan atau memang malas,,
ππππNADA sudah besar ternyata..
Friday, 18 May 2018
Tuesday, 30 August 2016
MODUL GURU PEMBELAJAR dan MODEL GURU PEMBELAJAR
MODA GURU PEMBELAJAR
Bagi teman teman semua yang mungkin penasaran setelah melihat raport hasil UKG dan masih ada Kelompok Kompetensi (KK) yang masih berwarna merah (belum memenuhi Standar Kompetensi Guru) berikut mungkin bisa menambah pemahaman teman teman guru semua tentang Alur Pengembangan Program Guru Pembelajar
- Bagi Guru yang pada Kelompok Modul terdapat 0, 1, atau 2 Rapor Merah KK, maka akan difasilitasi untuk menjadi Instruktur Nasional (IN) dan/atau Mentor dalam Program Guru Pembelajar. Ada sedikit perbedaan antara pengertian/fungsi IN dengan Mentor pada program Guru Pembelajar, di mana baik IN maupun Mentor itu sama-sama menjadi pendamping para eserta Guru Pembelajar, namun bedanya yaitu IN sebagai pendamping Peserta Guru Pembelajar Tatap Muka, sedangkan Mentor sebagai pendamping peserta Guru Pembelajar Daring/Online. Guru yang menjadi IN dan/atau Mentor dengan 1 atau 2 KK merah tetap wajib mengikuti Diklat Guru Pembelajar yakni Program Guru Pembelajar Moda Daring hingga semua 10 KK pada KM bisa tanpa warna merah.
- Bagi Guru yang pada KM terdapat 3, 4, atau 5 Kelompok Kompetensi (KK) yang merah, maka Guru tersebut harus mengikuti Program Guru Pembelajar Moda Daring(Online).
- Bagi Guru yang pada Kelompok Modul terdapat 6 atau 7 KK merah, maka harus mengikuti Program Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi (Moda Tatap Muka yang dikombinasikan dengan Moda Daring/Online).
- Bagi Guru yang pada KM terdapat 8, 9, atau 10 KK merah, maka harus mengikuti Program Guru Pembelajar Moda Tatap Muka.
Mata Pelajaran Kelompok Kompetensi (KK)
KK-A sampai J mata pelajaran apa sih?
1. Kelompok Kompetensi A (KK-A) adalah mata pelajaran bahasa Indonesia
2. KK-B: Matematika
3. KK-C: Matematika
4. KK-D: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
5. KK-E: IPA
6. KK-F: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
7. KK-G: Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
8. KK-H: PKn
9. KK-I : TIK
10. KK-J: TIK
MODUL GURU PEMBELAJAR
Untuk Modul Guru Pembelajar SD Bisa teman teman download di masing masing KK yang teman-teman butuhkan dibawah ini:
Modul Guru SD Kelas Awal :
1. SD Awal KK A (Download)
2. SD Awal KK B (Download)
3. SD Awal KK C (Download)
4. SD Awal KK D (Download)
5. SD Awal KK E (Download)
6. SD Awal KK F (Download)
7. SD Awal KK G (Download)
8. SD Awal KK H (Download)
9. SD Awal KK I (Download)
10. SD Awal KK J (Download)
Modul Guru SD Kelas Tinggi:
1. SD Tinggi KK A (Download)
2. SD Tinggi KK B (Download)
3. SD Tinggi KK C (Download)
4. SD Tinggi KK D (Download)
5. SD Tinggi KK E (Download)
6. SD Tinggi KK F (Download)
7. SD Tinggi KK G (Download)
8. SD Tinggi KK H (Download)
9. SD Tinggi KK I (Download)
10. SD Tinggi KK J (Download)
Demikian Seputar Alur Program Guru Pembelajar dan Modul Guru Pembelajar, Semoga bisa membantu rekan rekan guru semua dalam mengikuti Program Guru Pembelajar.
Selamat dan Sukses Untuk Guru Indonesia.
Thursday, 26 May 2016
ALPEKA BOS (Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan BOS
Tingkat Sekolah) adalah aplikasi berbasis excel untuk membantu sekolah
dalam menyusun dan mengelola laporan keuangan tingkat sekolah.. Aplikkasi laporan pertanggung jawaban keuangan dana BOS
tingkat sekolah ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan dengan Unites States Agency for International
Development (USAID/Indonesia). Aplikasi
ini bersifat gratis untuk digunakan oleh sekolah.
Aplikasi laporan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tingkat sekolah adalah aplikasi pada tingkat sekolah yang berguna
untuk mengelola dan membuat laporan keuangan sekolah, terutama laporan
penggunaan dana BOS. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan disusun sesuai dengan Juknis BOS.
Dengan menggunakan aplikasi ini sekolah tidak
perlu repot menyusun laporan-laporan yang diwajibkan untuk laporkan oleh
sekolah. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini tidak ada alasan lagi bagi
sekolah untuk terlambat melaporkan penggunaan dana BOS baik secara offline
maupun secara online.
Aplikasi ini tidak
diperjual-belikan. Sekolah dapat mengunduh/download secara gratis dari www.bos.kemdikbud.go.id.
.
Berikut ini tutorial atau Petunjuk penggunaan ALPEKABOS (Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan BOS Tingkat Sekolah)
Pertama
• Buat folder khusus untuk menyimpan file aplikasi, file
data dan file outputnya.
• Sebaiknya satu tahun folder untuk satu tahun
anggaran saja.
• Selalu membuat file backup untuk aplikasi dan datanya
• Jangan lupa untuk save file selama mengisi data
Kedua Jalan Aplikasi seperti
Contoh Berikut
Langkah Kedua Aktifkan
Makro, seperti gambar berikut
Pastikan setelah Makro
diaktifkan akan muncul gambar di bawah ini
Setelah makro diaktifkan, maka akan muncul tampilan berikut ini.Bila tidak
muncul tampilan ini berarti makro belum aktif atau diblokir.Untuk mengaktifkan makro lihat penjelasan ketika pertama
kali membuka aplikasi
Berikut ini tampilan Layar
Aplikasi setelah Makro diaktifkan
Menu Definisi terdiri dari
DATA UMUM
• Untuk
mengisi data umum sekolah
• Data umum yang diisi adalah informasi nama sekolah dan
nama yang tandatangan di laporan BOS
PROGRAM SEKOLAH
• Untuk
memilih kegiatan yang dilaksanakan di sekolah sesuai RKT/RKAS.
• Pada aplikasi sudah ada daftar kegiatan sekolah yang
terkait dengan program dan sub program sekolah.
• Untuk mencari kegiatan bisa dengan dua cara, yaitu:
• Mencari dengan fasilitas ‘Find’ pada excel dengan ikon
berbentuk teropong.
• Mencari dari seleksi Program, kemudian pilih Sub Program
dan baru dicari kegiatannya
• Bila nama kegiatan cocok dengan RKAS/ RKT sekolah, maka
pada kolom sebelah kanan di pilih ‘Ya’
CARA MENAMBAH KEGIATAN
• Bila kegiatan belum ada pada daftar kegiatan, maka bisa
menambahkan kegiatan tersebut.
• Setiap
kegiatan yang baru harus tahu masuk dalam sub program apa dan program apa.
• Setelah menambah kegiatan, lalu petakan komponen BOS mana
yang bisa membiayai kegiatan ini. Pilih “Ya” pada kolom
komponen BOS yang bisa membiayai dan lainnya pilih “Tidak”.
• Pilih ‘Ya’ pada kolom di sebelah kanan kegiatan
• Untuk
mengetahui penjelasan komponen, arah kursor pada judul kolom setiap komponen.
Langkah Menggunakan Menu Generate:
Generate:
Berfungsi untuk membuat file data baru untuk pencatatan transaksi keuangan
Klik ‘Generate’ -> Pilih folder -> beri nama file data -> Save
• Semua data transaksi disimpan pada file data, yang
terpisah dari file utama (Aplikasi). Usahkan
keduanya dalam satu folder
• Data file selalu dibuat baru untuk setiap tahun angaran
dan disimpan pada folder yang berbeda
Untuk memahami lebih
jelasnya penggunaan ALPEKA BOS silahkan download Tutorial Juknis penggunaan ALPEKA
BOS pada link download di bawah ini. Pada Tutorial ALPEKA BOS tersebut dijelaskan
cara membuka aplikasi, cara mengisi data sampai cara memprintout hasil ALPELA BOS yang
berupa
1. Formulir BOS-K1 dan BOS K2 (RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)
2. Formulir BOS-K3 (BUKU KAS UMUM)
3. Formulir BOS-K4 (BUKU PEMBANTU KAS)
4. Formulir BOS-K5 (BUKU PEMBANTU BANK)
5. Formulir BOS-K5 (BUKU PEMBANTU PAJAK)
6. Formulir BOS-K7 (REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN)
7. Formulir BOS-K7A (REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN)
8. Dan berbagai format lainnya sesuai Juknis BOS
Untuk lebih jelasnya tentang ALPEKA BOS, Silahkan Download tutorialnya di sini
Semoga bisa membantu
(Sumber : http://ainamulyana.blogspot.co.id )
Tuesday, 13 October 2015
Penjadwalan PUPNS 2015
Untuk memperlancar pengisian data pada menu Login pada e-PUPNS mulai tanggal 12 Oktober diberlakukan penjadwalan. maka jangan heran jika kita tidak bisa login pada waktu yang tidak dijadwalkan di wilayah kita. untuk lebih jelasnya silahkan Download jadwal berikut JADWAL PUPNS 2015
""SELAMAT BEKERJA""
Monday, 31 August 2015
Belajar e-PUPNS (Sistem Pendataan Ulang PNS Elektronik)
Sistem Pendataan Ulang PNS Elektronik
Untuk memperoleh data yang akurat, terpercaya dan
terintegrasi, sebagai dasar kebutuhan dalam mengembangkan sistem
informasi kepegawaian ASN yang mendukung pengelolaan manajemen ASN yang
rasional sebagai sumber daya aparatur negara.
Tentang PUPNS 2015
Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) nasional
merupakan kegiatan pemutakhiran data PNS yang dilakukan secara online
dan dilaksanakan sejak bulan Juli dan berakhir pada Desember 2015. Untuk
proses pemutakhiran data ini setiap PNS memulai dengan melakukan
pemeriksaan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN dan
selanjutnya PNS, melakukan perbaikan data yang tidak sesuai serta
menambahkan/melengkapi data yang belum lengkap/tersedia di database BKN.
Dasar Hukum PUPNS 2015
- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
- Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2015 Tanggal:22 Mei 2015, Tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik Tahun 2015 (e-PUPNS 2015)
Tujuan PUPNS 2015
- Untuk memperoleh data yang akurat, terpercaya, sebagai dasar kebutuhan dalam mengembangkan sistem informasi kepegawaian ASN yang mendukung pengelolaan manajemen ASN yang rasional sebagai sumber daya aparatur negara.
- Membangun kepedulian dan kepemilikan PNS terhadap data kepegawaiannya.
Cakupan Data PUPNS 2015
-
Data Pokok Kepegawaian (Core Data)
Nama, Tanggal Lahir
-
Data Riwayat (Historical Data)
Kepangkatan; Pendidikan / Pelatihan (Formal dan Non Formal); Jabatan; Keluarga
-
Lainnya (stakeholder PNS)
BPJS, Bapertarum, KPE
Bagaimana caranya untuk dapat mengikuti PUPNS 2015
Registrasi PUPNS 2015 dapat dilakukan dengan menggunakan web browser pada smartphone, tablet, komputer ataupun laptop, dengan tahapan sebagai berikut :Registrasi
Klik tombol Register pada portal PUPNS, kemudian klik tombol Daftar dan lengkapi isian pendaftaran. Cetak Nomor bukti pendaftaran (registrasi)Cek Status Daftar
Cek status persetujuan pendaftaran dari Biro/Badan Kepegawaian masing-masing instansi dengan klik tombol Cek StatusLogin ke sistem PUPNS
Login (klik tombol Masuk) kedalam sistem PUPNS jika pendaftaran sudah disetujui, gunakan nomor registrasi dari sistem dan kata kunci (password) yang telah dibuat pada waktu proses pendaftaran.Cek Data Anda
Centang data yang telah sesuai dan perbaiki data yang belum sesuai, serta lengkapi data riwayat. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data. Pastikan data sudah di cek seluruhnya, jika sudah yakin, cetak data dengan tombol Cetak, lalu kirim data secara elektronik untuk proses verifikasi dengan tombol Kirim.
Jangan Lupa !!
"Lampirkan dokumen yang sah sebagai bukti pendukung dan persyaratan untuk data yang diusulkan diperbaiki"_____________SELAMAT BEKERJA_____________Sumber: pupns.bkn.go.id
Thursday, 27 August 2015
Thursday, 25 June 2015
LAPORAN PKP PROGRAM S1 PGSD
Bagi sobat-sobat yang lg menempuh Program S1 Jurusan PGSD mungkin sedang sibuk-sibuknya membuat Laporan PKP ya?? dulupun saya juga seperti itu. waktu itu saya mencoba mencari banyak referensi Laporan PKP di Google, banyak sih tp kadang malah bikin bingung.
Nah bagi sobat yang mungkin juga masih mencari reverensi untuk membuat Laporan PKP di sini saya ingin berbagi hasil Laporan PKP saya waktu saya kuliah dulu, siapa tahu ini bisa membatu sobat semua yang sedang membutuhkan. silahkan bagi teman yang membutuhkan file Laporan PKP saya bisa di unduh di sini.
silahkan disedot bagi yang membutuhkan.Berbagi itu indah
Tuesday, 23 June 2015
GOLDEN SUNRISE SIKUNIR DIENG YANG MEMUKAU
Siang itu
kami segenap keluarga besar SD Negeri 02 Mesoyi BERSAMA Siswa-Siswi Kelas VI bersiap-siap untuk merasakan
dinginya udara dieng yang terkenal dengan sebutan Negeri di Atas Awan. Dengan
penuh semangat kami mempersiapkan segala sesuatunya. Rencana kami akan menginap
di salah satu Home Stay di kaki bukit Sikunir. Bukit yang merupakan tujuan
utama kami yang ingin melihat indahnya Golden Sun Rise. Jauh-jauh hari saya
sudah ngontak kang Dayat. Dia adalah
orang yang mengurusi bagian sewa menyewa kamar di Home Stay CAHAYA. Karena aku
sudah beberapa kali menginap di Homestay ini jadi kalau ada acara lagi disuruh
pesan dulu, kalau tidak pesan terlebih dahulu dikhawatirkan tidak ada kamar
kosong. Untuk harga sewa kamar berkisar antara Rp. 250.000,0 s.d Rp. 300.000,-.
Untuk acara nanti kami memesan 4 kamar sekaligus dengan harga total Rp. 950.000,-
kata kang Dayat itu sudah dikorting 150rb. Bagi teman-teman yang mungkin butuh
mau pesan kamar di Home Stay Cahaya bias menghubungi Nomor Hp Kang Dayat:
082300079572 dengan servis yang bagi kami cukup memuaskan.
Friday, 19 June 2015
GOLDEN SUNRISE DI PUNCAK GUNUNG SIKUNIR - DIENG
Assalamu'alaikum wr.wb.
DIENG YANG EKSOTIK
Selepas melakukan perjalanan melintas perbukitan yang memanjakan mata, saya bersama isteri dan kedua anak saya, Arien dan Agree, tiba di kawasan dataran tinggi Dieng. Kumandang adzan Ashar bersahutan seperti menyambut kami, terasa menghangatkan hawa sejuk pegunungan.
Kami memilih sebuah penginapan yang berlokasi di pusat keramaian, di area depan pasar Desa Dieng Kulon. Sebuah homestay bernama Arjuna. Kami memang berniat menginap satu malam di kawasan ini.
Ya, saat ini saya berada di sebuah tempat yang dinobatkan sebagai desa paling terpencil sekaligus paling tinggi di pulau Jawa. Terpencil karena tempat ini sangat susah untuk dicapai dengan perjalanan darat, baik dari Wonosobo maupun Banjarnegara, kota-kota terdekat Dieng. Tertinggi karena secara rata-rata, dua wilayah kecamatan yang berada di dataran tinggi ini (kecamatan Kejajar-Wonosobo dan kecamatan Batur-Banjarnegara) berketinggian di atas 2000 meter di atas permukaan laut. Juara banget, bukan?
Sunday, 24 April 2011
Laporan PTK SDN 02 Mesoyi

LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA RANGKAIAN LISTRIK PARALEL
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
PRESTASI BELAJAR SISWA PADA
PELAJARAN IPA KELAS VI
SD NEGERI 02 MESOYI
KECAMATAN TALUN KABUPATEN PEKALONGAN
disusun untuk memenuhi tugas
KKG Bermutu Gugus Jendral Sudirman
Oleh
Nama : WAWAN JUNARI
N I P : 19820102 201001 1 023
PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN
UPT PENDIDIKAN TALUN
SD NEGERI 02 MESOYI
KELOMPOK KERJA GURU GUGUS JENDRAL SUDIRMAN
Sunday, 17 April 2011
Friday, 8 April 2011
LAPORAN PBK
PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM
pbk UT
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Krisis moral (nilai) yang melanda bangsa Indonesia saat ini khususnya generasi muda membuat kekhawatiran tersendiri bagi orang tua dan masyarakat. Arus aliran pola kehidupan budaya barat yang sulit dibendung melalui media massa dan elektronika menjadi pemicu munculnya perilaku negatif anak muda. Pola pergaulan bebas, miras dan narkoba menjadi trend pergaulan anak muda sekarang. Fakta di atas membuktikan bahwa peran dan partisipasi generasi muda dalam pembangunan sangatlah rendah. padahal modal utama keberhasilan pembangunan adalah generasi muda itu sendiri.
Selama ini masyarakat awam beranggapan bahwa pendidikan moral (nilai) bagi generasi muda sudah cukup didapat dari sekolah formal, padahal kenyataannya pendidikan moral (nilai) yang mereka peroleh di sekolah sangatlah minim. Hal ini dikarenakan materi di sekolah formal lebih banyak memberikan pengetahuan yang bersifat umum daripada pengetahuan yang bersifat moral (nilai). Oleh karena itu agar para generasi muda tidak terlanjur terjerumus dalam perilaku negatif, diperlukan suatu wadah dalam masyarakat untuk menampung segala macam pemikiran para generasi muda sehingga dapat berkembang ide perilaku yang positif. Selain itu perlu adanya suatu upaya untuk meningkatkan peran para generasi muda dalam pembangunan dengan berbagai kebijakan.
Sejalan dengan diberlakukan UU No.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, telah terjadi perubahan yang semula berasas sentralisasi menjadi desentralisasi dengan adanya perubahan yang dimaksud. Mestinya akan membawa dampak yang sangat besar bagi kita karena termasuk tingkat keikutsertaan para pemuda di dalam segala aspek kehiupan yang dijalaninya.
Direktorat kepemudaan menyimpulkan life skills dalam 3 kelompok yaitu :
1. Kecakapan Personal
Artinya : pemuda harus mampu berfikir rasional yang ditunjukkan dengan aanya sikap mampu menggali dan menemukan informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan dan mampu memecahkan masalah secara kreatif.
2. Kecakapan Sosial
Artinya : pemuda harus mampu berkomunikasi, menjalin kerja sama dan menjaga keharmonisan terhadap relasi/hubungan yang dimiliki.
3. Kecakapan Focational
Artinya : pemuda harus mampu menumbuhkembangkan sifat-sifat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki semangat untuk bekerja keras.
Untuk membantu para pemuda agar terus meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya maka diperlukan konsep yang tepat dalam lembaga kepemudaan agar termotivasi untuk maju.
Apabila lembaga kepemudaan tersebut dapat dikelola dan dikembangkan secara aktif dan kreatif, tentunya dapat menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kemandirian menuju sumber daya manusia yang potensial bagi kemajuan dirinya sehingga pada akhirnya untuk kemajuan daerahnya.
Program-program yang dapat diciptakan guna meningkatkan partisipasi pemuda, dapat berupa ketrampilan, kewirausahaan, kepeloporan dan kepemimpinan. Melalui program-program yang dimaksud akhirnya penulis menyadari tidak mampu secara menyeluruh dapat mengembangkan program-program yang ada.
Seiring kemajuan jaman yang semakin pesat dan perkembangan alat-alat elektronik dan otomotif yang semakin moderen maka diperlukan tenaga-tenaga yang trampil dan cekatan serta ulet sehingga peluang yang ada secara terprogram penulis mengadakan pelatihan dan pembudidayaan Jamur Tiram guna menyiapkan tenaga yang portensial dan mandiri khususnya dibidang wira usaha dan budidaya jamur Tiram setelah melihat minat dan potensi para pemuda di lingkungan masyarakat di Desa Banjarsari Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai life skill.
b. Melatih pemuda agar menggali potensi dirinya sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
c. Membangkitkan sikap partisipasi dalam pembangunan di lingkungannya.
d. Memotivasi pemuda agar suka bekerja keras dalam menghadapi tantangan jaman yang penuh dengan persaingan menuju globalisasi.
2. Tujuan Khusus
a. Memiliki ketrampilan dasar dibidang Budidaya Jamur Tiram
b. Mempersiapkan diri memperoleh pengetahuan yang lebih luas tentang Budidaya Jamur Tiram
c. Meningkatkan kreatifitas olah pikir dalam bidang Budidaya Jamur Tiram
d. Mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan sekitar.
BAB II
LANDASAN TEORI TENTANG JAMUR TIRAM
- PENGERTIAN
Jamur Tiram Putih adalah jamur yang hidup pada kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami, atau limbah kapas. Dinamakan jamur tiram karena mempunyai flavor dan tekstur yang mirip tiram yang berwarna putih. Tubuh buah jamur ini menyerupai cangkang kerang, tudungnya halus, panjangnya 5-15 cm. Bila muda, berbentuk seperti kancing kemudian berkembang manjadi pipih. Ketika masih muda, warna tudungnya cokelat gelap kebiru-biruan. Tetapi segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih bila telah dewasa. Tangkai sangat pendek berwarna putih. Jamur ini sangat populer saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untuk dipadukan pada berbagai masakan. Budidayanya juga relatif mudah dan murah hingga sangat potensial dikomersialkan.
Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 - 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 - 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
- BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.
1. SYARAT PERTUMBUHAN
a) Iklim
Γ Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak dan remang-remang, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.
Γ b) Kelembaban ruangan optimal 90-96% yang harus dipertahankan dengan menyemprotkan air secara teratur.c) Suhu udara untuk pertumbuhan miselia adalah 23-28 derajat C dan untuk pertumbuhan tubuh buah adalah 13-15 derajat C.
b) Media Tanam
Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam di dalam lubang atau garisan di kayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modern, media tumbuh berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), sumber gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P dan air.
c) Ketinggian Tempat
Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.
2. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1) Pembibitan
A. Sumber Bibit
a) Sumber alami Dipakai untuk media tradisional. Batang kayu yang telah ditumbuhi jamur dilembabkan, kemudian dirajang sepanjang 5-10 cm dan lebar 1-2 cm. Potongan disebarkan ke batang kayu lain yang dijadikan media tumbuh.
b) Spora terbentuk di tudung/payung bagian bawah. Tudung/payung yang berumur 3 hari dihancurkan di dalam air bersih. Cara penggunaan cairan ini ada 2 macam: (1) cairan ini dapat digunakan langsung sebagai bibit; (2) cairan disiramkan ke media yang tersusun dari serbuk gergaji dan kukusan jagung/padi. Setelah diinapkan beberapa hari, miselium akan tumbuh menyelimuti media dan siap digunakan.
c) Biakan murni Cara ini menghasilkan bibit berkualitas.
1. Siapkan media Potato Dextrose Agar (PDA) yang terdiri atas ekstrakt kentang 1 liter (1 kg kentang digodog dengan 1 liter air, lalu disaring), gula dekstrosa 20 gram, ekstrak ragi 5 gram (dapat diganti dengan 400 ml air ragi tetapi air kentang jadi 600 ml) dan agar-agar batang 20%. Media lain yang bahan mudah didapat terdiri atas 1/4 kg kentang, 1/4 kg bawang bombay, 1/4 kg aci, 1 sendok makan gips dan 3 bungkus agar-agar kecil. Panaskan campuran media tersebut untuk melarutkan agar-agar. Masukkan 15 cc media ke dalam tabung reaksi 25 cc kemudian disterilkan dalam autoklaf pada temperatur 121 derajat C, tekanan 1,5 selama 15 menit atau dengan dikukus pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam.Biarkan media PDA sampai hangat tetapi masih cair. Buka sedikit cawan petri bagian atas, masukkan segera media ke dalam cawan petri steril secara aseptik. Tutup cawan petri dengan cepat. Setelah agar membeku, balikkan posisi cawan petri. Media ini disebut dengan media lempeng agar.
2. Ambil tubuh buah berumur 3 hari (diameter sekitar 10 cm) yang sehat, mulus dan bagian sisinya tidak berkerut. Lepaskan stipe/bilah di bagian bawah tubuh buah. Ambil potongan bilah dengan pinset steril dan letakkan di tengah media lempeng agar yang telah disiapkan. Inkubasikan media di dalam inkubator pada temperatur 28 derajat C. Pada hari ke 2, miselium mulai tumbuh dan pada hari ke 5 seluruh permukaan media tertutupi miselium. Biakan murni ini disebut dengan bibit F1.
3. Pengerjaan seluruh proses di atas harus aseptik/bersih untuk menghindari tumbuhnya jamur yang tidak dikehendaki. Sebelum digunakan alat-alat berupa pisau atau pinset harus dibakar di atas api. Sebaiknya pengerjaan dilakukan di dalam laminar flow atau transfer box yang dijamin kebersihannya.
4. Pembiakan murni jamur tiram ini sudah dibuat di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Unpad, Jurusan Biologi ITB dan PAU Mikrobiologi ITB. Bibit jamur murni bisa disimpan sampai 6 bulan pada temperatur sekitar 4 derajat C.
B. Pembuatan Bibit Jamur F2
Bahan-bahan untuk media bibit F2 adalah:
a) Jagung tumbuk atau padi bergabah = 60%.
b) Serbuk gergaji = 38%.c) Kapur = 0,5-1%.d) Gips = 0,1-
1%. Sebelum dicampurkan, jagung tumbuk/padi direndam semalam dan dikukus 2 jam sampai mekar.
Media dimasukkan ke dalam toples bekas jam. Satu lempeng agar bibit F1 dibagi menjadi delapan bagian. 1 bagian dimasukkan ke dalam media di atas dengan miselium menempel pada media. Setelah 2-4 minggu seluruh media ditumbuhi miselium dan siap ditanam ke log.
C. Pembuatan Bibit Jamur F3
Walaupun bibit F2 lebih baik daripada F3, banyak petani jamur yang menggunakan bibit F3 untuk ditanamkan ke dalam log. Media untuk bibit F3 berupa log dengan komposisi media dan cara pembuatan yang sama dengan log produksi, hanya ukuran plastiknya sekitar 1 kg. Bibit F3 dibuat dengan menambahkan 2 sendok makan bibit F2 ke bagian atas log, lalu diinkubasikan selama 1 bulan sampai miselium memenuhi seluruh permukaan log. Bibit F3 siap ditanamkan ke log produksi. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan steril di dalam laminar flow atau transfer box.
2) Pengolahan Media Tanam
v Persiapan Untuk 80 log diperlukan bahan-bahan seperti di bawah ini:a) Serbuk gergaji atau ampas tebu halus=100 kgb) Tepung jagung=10 kgc) Dedak halus=10 kgd) Pupuk SP36=0,5 kge) Gips=0,5 kgf) Air=50-60% Bahan-bahan kecuali air dicampur merata, tambahkan air sampai media dapat dikepal.
v Pembuatan Log Media dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kapasitas 1,5-2 kg sampai Media harus dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Ikat mulut plastik dengan karet tahan panas dan sterilkan.
v Sterilisasi Log Sterilisasi perlu dilakukan agar media bebas dari mikroba lainnya. Terdapat dua cara sterilisasi yaitu: a) Sterilisasi pada temperatur 100 derajat C selama 8 jam dengan cara mengukus. Biasanya digunakan drum kapasitas 50 log yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah. b) Sterilisasi pada temperatur 121 derajat C selama 15 menit dengan menggunakan otoklaf atau dandang bertekanan uap.
3) Teknik Penanaman
v Penanaman Bibit Buka bagian atas log yang telah disterilkan. Hamparkan 1-2 sendok makan bibit jamur F3 atau F2. Gunakan sendok yang telah dipanaskan di atas api. Rapatkan kembali plastik bagian atas. Masukkan cincin dari bambu berdiameter 3 cm dan tinggi 1 cm ke dalam plastik yang dirapatkan tersebut. Isi lubang yang terbentuk dengan kapas. Tutup kapas beserta cincin dengan kertas koran dan ikat.
v Penyimpanan Log Jika kita akan menyimpan log di dalam bangunan maka masa tanam jamur tiram tidak diatur oleh kondisi iklim dan dapat dilakukan setiap saat. Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah. Bangunan untuk menyimpan log dapat dibuat permanen untuk budidaya jamur skala besar atau di dalam bangunan semi permanen. Tempat pemeliharaan jamur dibuat dengan ukuran 10 x 12 m2 yang di dalamnya terdapat 8 buah petak pemeliharaan berukuran 5,7 x 2,15 m2. Jarak antar petak 40-60 cm. Di dalam setiap petak dibuat rak-rak yang tersusun ke atas untuk menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu. Kondisi lingkungan yang harus diperhatikan dalam membuat bangunan penyimpanan adalah:a) Temperatur untuk pembentukan miselium adalah 23-28 derajat Cb) Temperatur untuk pembentukan tubuh buah adalah 13-15 derajat Cc) Kelembaban udara 90-96%d) Kadar air log 35-45%e) Udara di dalam tidak tercemari asap/gas. Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh dari satu log tidak bertumpang tindih dengan tubuh buah yang lain.
4) Pemeliharaan Tanaman
v Pemeliharaan Log Log yang akan membentuk miselium dan tubuh buah harus dipelihara. Pemeliharaan berhubungan dengan menjaga lingkungan agar tetap optimuma) Kandungan air yang baik 35-45%. Kekurangan air menyebabkan miselium tidak membentuk tubuh buah karena kekeringan dan kelebihan air menyebabkan tumbuhnya jenis jamur lain yang tidak diinginkan. b) Cahaya. Perkembangan miselium dan tubuh buah akan terhambat dengan adanya cahaya langsung. Tempat penyimpanan harus tetap teduh dan sinar matahari tidak masuk secara langsung ke dalam ruangan.
v Pembentukan Miselium dan Tubuh Buah a) Penumbuhan Miselium.Miselium akan tumbuh memenuhi permukaan log setelah penyimpanan selama kurang lebih 1 bulan. Selama jangka waktu tersebut, temperatur dan kelembaban harus optimal. Pengaturan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan dengan cara:1. Menyemprotkan air dengan sprayer ke dinding-dinding bangunan penyimpanan dan ke ruang di antara jajaran log. 2. Menyemprotkan air dengan sprinkel bernozel halus. b) Pembentukan tubuh buah pertama.Setelah miselium tumbuh sempurna, lepaskan cincin log dan buka plastik bagian atas sehingga seluruh permukaan atas log kontak dengan udara. Pada waktu ini diperlukan raising yaitu pengaturan lingkungan agar tubuh buah tumbuh. Raising dilakukan dengan:1. Menurunkan temperatur ruang menjadi 13-15 derajat C dengan menggunakan pengatur temperatur (Air Conditioning) atau menyemprotkan air dengan nozel halus secara intensif.2. Menurunkan temperatur dan sekaligus menyemprotkan bahan yang mengandung hormon pertumbuhan ke permukaan log yang kontak dengan udara. Air kelapa atau ekstrakt toge dapat dipakai sebagai sumber hormon tsb. Dengan cara ini pertumbuhan tubuh buah akan mencapai dua kali lipat dibandingkan cara pertama. Tubuh buah pertama terbentuk setelah 3-5 hari pembukaan. c) Pembentukan tubuh buah selanjutnyaSetelah tubuh buah pertama dipanen, turunkan bukaan plastik sampai ½ bagian log. Kadang-kadang calon bakal buah sudah tumbuh di bawah plastik yang belum terbuka. Bagian plastik tersebut harus dilubangi untuk memberi kesempatan tubuh buah keluar dan tumbuh. Pembukaan log sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, terutama pada budidaya skala besar. Jarak pembukaan satu kelompok log dengan kelompok lainnya ditentukan sedemikian rupa sehingga setiap hari ada tubuh buah yang dipanen. Pembukaan log yang bertahap akan menjamin kelangsungan produksi.
5) Hama dan Penyakit
v Hama Hama yang banyak terdapat di tempat budidaya jamur adalah serangga baik berupa kumbang atau kutu. Pencegahan dengan sanitasi lingkungan atau, alternatif terakhir, penyemprotan insektisida. Perlu diingat bahwa residu insektisida akan menempel di tubuh buah sehingga jamur yang dipanen harus dicuci bersih di air mengalir. Pencucian dapat menyebabkan penurunan kualitas jamur kalau kelebihan air tidak langsung dihilangkan dengan cara ditiriskan.
v Penyakit Penyebab timbulnya penyakit adalah sterilisasi yang tidak sempurna, bibit yang tidak murni, alat yang kurang bersih dan kandungan air media terlalu tinggi. Penyakit berupa tumbuhnya jamur lain seperti Mucor, Rhiozopus, Penicillium dan Aspergillus pada log. Serangan jamur-jamur tersebut dicirikan dengan timbulnya miselium yang berwarna hitam, kuning atau putih dan timbulnya lendir. Pertumbuhan jamur tiram menjadi terhambat atau tidak tumbuh sama sekali. Serangan dapat terjadi di log yang belum atau sudah dibuka. Pengendalian dilakukan dengan memperbaiki kultur teknis dan meningkatkan kebersihan lingkungan pada saat pembuatan media dan bibit serta lingkungan bangunan penyimpanan.
6) Panen
v Ciri dan Umur Panen Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muda. Panen dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal pada 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah.
v Cara Panen Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat menimbulkan busuk. Potong jamur dengan pisau yang besih dan tajam dan simpan di wadah plastik dengan tumpukan setinggi 15 cm.
v Periode Panen Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur.
7) Pascapanen
v Penyortiran Setelah dipanen, batang tubuh buah dipotong. Pisahkan jamur yang rusak dari jamur yang baik, pisahkan pula jamur sesuai dengan ukurannya.
v Penyimpanan Setelah penyortiran, buang kotoran pada jamur tanpa mencucinya. Simpan di dalam wadah bersih dan tempatkan di kamar dengan temperatur 15 derajat C. Jamur dapat tetap segar selama 5 x 24 jam. Sebelum pengemasan, jamur dapat disemprot dengan larutan natrium bisulfit 0,1-0,2% yang menghambat pembusukan
v Pengemasan Pengemasan dilakukan dalam:a) Kantung plastikb) Kantung plastik yang divakum (udara dikeluarkan)c) Wadah plastik putih dan ditutup dengan plastik lembaran tipis. 2.7.4. Penanganan Lain a) Pengeringan. Jamur direndam dalam air bersih, atau cuci dengan air mengalir lalu diiris tipis atau dibiarkan seperti adanya. Masukkan ke dalam air mendidih sebentar, lalu tiriskan. Keringkan jamur di dalam oven listrik/ minyak tanah. b) Penambahan senyawa pengawet. Jamur utuh dibersihkan dari kotoran jika perlu dengan air mengalir. Rendam dalam asam sitrat 0,1% selama 5 menit. Cuci dengan air mengalir. Masukkan ke dalam larutan yang terdiri atas garam dapur (15%), garam sitrat (0,5%), SO2 (1%), kalium bikarbonat (0,1%) dan kalium metabisulfida (<1%) selama 10-15 menit. Tiriskan kembali. Jamur akan awet selama 2 minggu tanpa pengepakan dan 1 bulan bila langsung dipak cara vakum.
C. KHASIAT / MANFAAT JAMUR TIRAM
Pada dasarnya jamur Tiram selain dapat disayur, jamur tiram juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk,keripik, bahkan di Eropa dan Amenika Jamur tiram sering dikonsumsi Iangsung, dijadikan semacam sayuran pada pembuatan salad. Dari paparan tersebut diketahui bahwa pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, disamping kebutuhan konsumen setempat setiap hari.
Disamping manfaat tersebut di atas, Jamur Tiram Putih juga berguna sebagai pencegah hipertensi, mencegah kanker dan mengandung lovastatin (penurun kolesterol). Para ahli di luar negeri telah berhasil mengekstrak Jamur Tiram Putih untuk mengambil senyawa aktif lovastatin.
D. PEMASARAN
ANALISIS PASAR
Deskripsi produk
Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa :
Γ Jamur Tiram segar
Γ Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll.
Prospek Pasar Budidaya Jamur
Budidaya jamur tiram di Desa Banjarsari telah memiliki pasar yang jelas. Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Hal ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut:
Γ Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan.
Γ Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.
Kebutuhan dan Kecenderungan Pasar
Target market usaha ini adalah konsumen jamur dari house need sehingga kebutuhan akan jamur tiram masih tergolong tinggi dan pemenuhannya masih terbatas pada pasar tradisional pada umumnya dan beberapa retail pada beberapa kota besar.
Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi. Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya cukup tinggi suppliers jamur tiram minim dan masih sangat dibutuhkan.
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM
A. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM
a. Tempat kegiatan Pelatihan budidaya Jamur Tiram dilaksanakan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.
b. Waktu pelaksanaan program pelatihan :
NO
|
Tanggal
|
Waktu
|
Materi Program
|
Narasumber
|
1
|
23/10/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Penjelasan budidaya Jamur Tiram
|
Mahasiswa
|
2
|
26/10/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Manfaat dan Khasiat Jamur Tiram
|
Mahasiswa
|
3
|
30/10/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Teknik dan Praktek pembuatan media Tanam
|
Mahasiswa
|
4
|
03/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Teknik dan Praktek pembuatan media Tanam
|
Mahasiswa
|
5
|
06/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Pembibitan dan penyemaian benih pada media
|
Mahasiswa
|
6
|
10/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Pembibitan dan penyemaian benih pada media
|
Mahasiswa
|
7
|
13/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Penanggulangan hama dan penyakit
|
Mahasiswa
|
8
|
17/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Perawatan dan Pemanenan
|
Mahasiswa
|
9
|
20/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Pengolahan jamur tiram
|
Mahasiswa
|
10
|
24/11/2010
|
13.00 s.d 17.00
|
Pemasaran
|
Mahasiswa
|
B. MATERI KEGIATAN
Untuk materi kegiatan pelatihan penyablonan ini meliputi :
Γ Penjelasan tentang Budidaaaya Jamur Tiram secara umum
Γ Manfaat dan Khasiat Jamur Tiram
Γ Teknik dan Praktek pembuatan media Tanam
Γ Pembibitan dan penyemaian benih pada media
Γ Penanggulangan hama dan penyakit
Γ Cara Perawatan dan Pemanenan
Γ Pengolahan jamur tiram
Γ Pemasaran
Materi di atas merupakan materi yang harus dikuasai oleh peserta pelatihan sehingga setelah selesai pelatihan peserta dapat mempraktekkannya di lingkungan masyarakat sesuai dengan minat, bakat serta potensi yang dimilkinya.
C. STRATEGI DAN DESKRIPSI JALANNYA KEGIATAN
1. Strategi Kegiatan
a. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan minat pemuda dilingkungan sekitar.
b. Waktu pelaksanaan kegiatan dimusyawarahkan bersama dengan peserta pelatihan selama 8 minggu.
c. Nara sumber diambilkan dari ahli yang sudah berpengalaman dibidang Budidaya Jamur Tiram
d. Waktu pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan situasidan kondisi daerah setempat
- Jalannya Kegiatan
a. Pembimbing merekrut para generasi muda yang berminat mengikuti pelatihan Budidaya Jamur Tiram.
b. Pembimbing mengisi data calon peserta pelatihan.
c. Membuat rencana pelatihan Budidaya Jamur Tiram
d. Menentukan tempat pelatihan.
e. Membuat jadwal dan materi pelatihan Budidaya Jamur Tiram
f. Mempersiapkan sarana dan prasarana pelatihan.
g. Membimbing damn memberi pengarahan pada saat pelatihan.
h. Mengevaluasi keberhasilan pelatihan.
BAB IV
TEMUAN DAN HASIL
A. TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PROSES
Dari proses pelaksanaan kegiatan terdapat temuan-temuan sebagai berikut :
- Peralatan sebagai alat untuk pelatihan sebagian kondisinya rusak sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
- Dana yang tersedia kurang mencukupi sehingga proses pelaksanaan kegiatan kadang-kadang terhambat.
B. TEMUAN DAN HASIL EVALUASI PRODUK
1. Dari lima orang yang mengikuti program pelatihan dalam bidang Budidaya Jamur Tiram hasilnya memuaskan, Hanya satu orang perlu penyempurnaan dengan latihan yang lebih optimal.
2. Hasil pelaksanaan kegiatan secara umum sudah berhasil dengan baik, dilihat dari kualitas Jamuir Tiram yang dihasilkan.
C. ANALISA
Dari kegiatan Pelatihan Budidauya Jamur Tiram, Penulis melihat bahwa warga (para pemuda) sangat Antusias, dan mereka sangat menikmati dan berharap bahwa kegiatan ini bias terus dilaksanakan dan perlu adanya tindak lanjut dari berbagai pihak untuk lebih memajukan lagi usaha Budidaya Jamur Tiram di desa Banjarsari. Harapan ini disampaikan para pemuda demi terwujudnya kemajuan ekonomi disektor Desa pada khususnya dan di tingkat Daerah pada umumnya.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada hakekatnya pemuda memiliki potensi yang luar biasa kalau mendapat kesempatan dan motivasi serta pembinaan yang tepat. Peran serta masyarakat luas pada umumnya dan lembaga yang berkompeten pada khususnya di bidang kepemudaan merupakan fasilitator dan moderator yang bias menjembatani kebutuhan para pemuda.
Dari hasil pelaksanaan program kepemudaan yang telah kami laksanakan terrnyata secara umum hasilnya sungguh sangat membanggakan, dengan dibuktikan mereka sangat semangat dan antusias di dalam mengikuti program tersebut.
Untuk lebih memacu agar para pemuda dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka maka diperlukan bantuan dari lembaga-lembaga yang menangani bidang tersebut sangat diperlukan agar pemuda bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
Untuk lebih memacu agar para pemuda dapat menggali potensi yang ada pada diri mereka maka diperlukan bantuan dari lembaga-lembaga yang menangani bidang tersebut sangat diperlukan agar pemuda bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
B. SARAN
1. Lembaga Kepemudaan hendaknya lebih intensif turun ke bawah untuk bias menggali lebih dalam terhadap potensi yang dimiliki para pemuda.
2. Pemuda hendaknya bersikap terbuka , selalu aktif dan kreatif berfikir dinamis terhadap dinamika perkembangan kemajuan jaman, sehingga diharapkan sikap pemuda yang aktif, kreatif, dan mandiri akan mampu bersaing demi kelangsungan masa depan yang menjadi harapan.
C. TINDAK LANJUT
1. Menggalang potensi dan minat pemuda secara berkala, sehingga program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
2. Bagi para pemuda yang telah memilik kemampuan dasar hendaknya dapat meningkatkan ketrampilan baik melalui praktek lapangan maupun kursus-kursus yang lebih tinggi.
Subscribe to:
Posts (Atom)













